CINTA BUTA, HARUSKAH MEMBUTAKAN AKAL DAN FIKIRAN?

Ini adalah kisah seorang teman yang telah saya kenal dengan baik bahkan dulu sebelum peristiwa ini terjadi kami bak saudara, sang teman selalu menceritakan setiap pengalamannya bahkan kadang tak sungkan ia menceritakan hingga yang terdalam meski dalam setiap bercerita diiringi tawa seolah-olah hanyalah lelucon belaka.

Lama saya tak bertemu dengannya, hingga pada suatu hari ketika saya ada suatu keperluan dengan teman yang lain (tetangganya) disitu kami bertemu kembali.

Saya dan diapun terlibat pembicaraan seru. Maklum lama tak bertemu, dari mulai menanyakan kabar hingga kegiatan kesehariannya saat ini.

Ketika itu tanpa sengaja saya menanyakan tentang istri dan anaknya karena saya lihat dalam rumahnya sepi tak ada istri dan anaknya. Ketika menjawab pertanyaan saya itu sungguh berbeda dari biasanya, seakan-akan sang teman membatasi pembicaraanya dan mimik mukanya pun berubah tak seperti biasanya.

Kiranya sebelum melanjutkan cerita diatas ingin rasanya mereview dulu sewaktu dia mengundang saya kepesta perkawinannya beberapa tahun yang lalu.

Sekitar dua minggu sebelum resepsi saya menerima undangan dari sang teman, sayang karena tempat acara berada dirumah orang tua sang istri nan jauh diseberang pulau sayapun tak dapat menghadiri acaranya. Namun bukan berarti saya tak memberikan ucapan selamat.

Sehari sebelum resepsi saya mengirimkan sms ke nomer hp-nya. Kira-kira isinya seperti ini ; “Wah…. akhirnya lo berani juga ama cewek Bro, gue kira beraninya cuma ama gue doang he..he…he…Ya udah selamat menjalani hidup baru yach semoga menjadi keluarga yang sakinah mawahdah wa rahmah. Sorry ga bisa datang abis jauh banget sih nanti aja kalo lo ama bojo kemari Insya Allah gue dateng deh….”
true-love-waits-script-ring
Tiga tahun berlalu dan kami tak pernah saling menghubungi. Kabar terakhir yang saya dengar istrinya sudah melahirkan anak perempuan dan kini merekapun tinggal dikampung halaman sang teman di pinggiran kota Jakarta. Dan kabar yang lebih mencengangkan lagi ternyata sang teman menikahi seoarang janda beranak dua bukan gadis belia.

Cinta itu memang buta, kepada siapa saja panah cinta itu menghujam dia takkan pandang bulu dalam mencintai, tak peduli apakah dia seorang gadis atau seorang janda. Gadiskah atau jandakah sekiranya itu takkan menjadi masalah bagi seorang yang tengah dimabuk cinta dan bahwasanya kebahagiaan seseorang tak bisa diukur hanya karena menikahi seorang gadis atau janda.

Akhirnya lama kelamaan pembicaraan kami mulai mengarah kepada kehidupan pribadinya bersama sang istri, meski sang teman tetap berusaha menahan laju pembicaraannya.

Dalam pembicaraan itu sang teman bercerita bahwa pernikahannya tengah menghadapi masalah, entah masalahnya apa ia tak menceritakan.

Ketika sang teman memutuskan menetap dikampung halamannya bersama sang istri ketika itulah setiap masalah menyelimuti keluarganya. Mulai dari sang istri membelanjakan uang untuk keperluan yang tidak berguna, kehidupan sang istri yang tak membaur dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat hingga menjual barang-barang rumah tangganya.

Ketika saya bertamu kerumahnya memang barang-barang rumah tangga sudah kosong, ada beberapa koper dan bungkusan kardus yang rencananya akan dikirim kerumah mertuanya nun jauh diseberang pulau. Bahkan lebih parahnya lagi ia malah menawarkan rumahnya untuk di jual.

Sungguh telah amat banyak perubahan pada diri sang teman, harta kekayaan yang telah ia perjuangkan dari nol hingga dia bisa memiliki sebuah rumah justru harus ia korbankan hanya untuk seorang wanita demi mempertahankan cinta dan keluarganya.

Dari tutur kata dan mimik wajahnya terlihat sebuah luka menganga, meski dalam berkata sesekali diiringi tawa tapi tak sama seperti dahulu melainkan berusaha menyembunyikan kesedihan yang terpendam.

Berita yang lebih menyakitkan datang dari teman-teman yang lain. Istri sang teman tersebut telah meminta cerai namun tetap dipertahankannya, semua hartanya telah habis hingga sanak saudaranya juga mencemoohnya, terlalu bodoh mempertahankan rumah tangga yang sudah tak sehat lagi.

Istrinya ibarat lintah darat. Ketika masih berjaya disanjungnya tetapi setelah terjatuh malah meninggalkannya. Istri yang baik tentu takkan seperti itu, paling tidak masih ada rasa iba terhadap anak buah dari perkawinan mereka, ataukah..? Ah terkadang cerita dari teman yang lain terdengar sangat menyakitkan dan tak bisa dipercaya begitu saja. Hanya Tuhan saja yang Maha Tahu Kebenarannya.

Yang tak habis fikir bagi saya adalah sudah habis-habisan ia korbankan seluruh hartanya demi sang istri agar kembali kepelukannya namun apa yang ia dapatkan justru “penyia-nyiaan” dan masih juga dipertahankannya.2241989981_bb800c8b2a

Apakah cinta sebegitu butanya hingga ia membutakan akal sehat untuk berfikir? Apakah cinta yang manis juga bisa sebegitu kejamnya hingga ia membiarkan seseorang demikian terpuruknya?

Tulisan ini hanyalah sedikit dari prasa ngka saya dan bukan bermaksud membicarakan keburukan melainkan agar khususnya diri saya pribadi dapat mengambil hikmah dari kisah teman tersebut dan semoga saja apa yang sedang menimpa sang teman hanyalah sebuah ujian dari Tuhan dan berharap mereka dapat bersatu kembali dan menjadi keluarga yang sakinah wa wahdaha wa rahmah.

Akhirnya hanya Tuhan dan sang teman saja yang tahu persis peristiwa yang terjadi pada mereka dan semoga mereka dapat melaluinya dengan hasil terbaik. Amin.

Ilustrasi :

http://www.truelovemustwait.webs.com/

Broken heart

2 Tanggapan

  1. seru bgt cerita tapi bagi2 kisah lagi yahhh

  2. good story….thx for sharing, mungkin lain waktu harus membuat cinta menjadi lebih berlogika. tapi sepertinya si janda mang dak punya cinta…..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: